Postingan

Menampilkan postingan dengan label Economics Monthly Report

ECONOMICS MONTHLY REPORTS : NOVEMBER

Gambar
  1.       Ekonomi RI Terus Tumbuh Positif, Bahlil: Jangan Kita Terbuai dan Euforia (10 Nov)   Ekonomi RI Terus Tumbuh Positif, Bahlil: Jangan Kita Terbuai dan Euforia (kompas.com) JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, meski ekonomi Indonesia terus tumbuh positif tetapi tetap jangan terbuai. "Nah hati-hati, saya ada sedikit ini ya berbeda pendapat dengan sebagian orang mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan baik-baik saja. Saya jujur saja, pertumbuhan ekonomi kita 5,72 persen jangan kita terbuai," katanya dalam konferensi pers ditayangkan virtual, Kamis (10/11/2022). Alasan Bahlil, tekanan dari ekonomi global akan berdampak terhadap kondisi perekonomian seluruh negara termasuk Indonesia. "Kenapa? baseline kita pada kuartal yang sama di 2021 itu tidak lebih 4 persen, 3,9 sekian enggak sampai 4 persen. Beda dengan baseline kita di kuartal kedua 2021. Di kuartal keempa...

ECONOMICS MONTHLY REPORT : OKTOBER

Gambar
  1.       Pengamat: RI Hiperinflasi Jika Harga BBM Naik 30 Persen Senin, 3 Oktober 2022 https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20221003172134-532-855836/pengamat-ri-hiperinflasi-jika-harga-bbm-naik-30-persen Analis Makro Bank Danamon Irman Faiz mengungkapkan potensi risiko hiperinflasi di Indonesia. Yakni, apabila harga BBM naik kembali naik paling tidak 30 persen. "Maka, (inflasi) bisa jadi double digit," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/10). "Atau, bila perangnya (perang Rusia-Ukraina) memanas, melibatkan blok-blok baru yang sekarang terlihat sudah terbentuk," lanjut Irman. Ia memprediksi inflasi sampai akhir tahun mencapai 6,5 persen, meningkat dari sebelumnya 4,5 persen. "Peak-nya (puncaknya) inflasi bisa sampai 7,3 persen." "Kalau hiperinflasi itu kan double digit ya. Kemungkinan masih jauh kalau tidak ada lagi kenaikan harga BBM atau kondisi global tereskalasi perang. Sehingga, s...