Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2026

[ KASUS - KAJIAN KHUSUS ] Beban Bunga Utang dalam APBN dan Dampaknya terhadap Ruang Fiskal Indonesia

Gambar
Beban Bunga Utang dalam APBN dan Dampaknya terhadap Ruang Fiskal Indonesia  Nafilah Tsalatsa Harfiah 1 , Nadhirotun Nida’ Fatimatuz Zahro 1 , Maulana 1 , Ahmad Jefril Azizi 1 , Rafli Maulana Adhipratama 1 , Aura Reavina Aprilia 1   Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jember 1 Email: nafilahharfiah73@gmail.com   Abstrak  Utang pemerintah menjadi salah satu sumber pembiayaan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan anggaran dan mendukung pembangunan. Namun, penggunaan utang juga menimbulkan kewajiban berupa pembayaran bunga yang harus dialokasikan dalam APBN. Dalam beberapa tahun terakhir, pembayaran bunga utang pemerintah Indonesia menunjukkan peningkatan. Pada 2021, pembayaran bunga utang tercatat sebesar Rp343,5 triliun dan dalam RAPBN 2026 direncanakan mencapai Rp599,4 triliun. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan pembayaran bunga utang serta kaitannya dengan ruang fiskal pemerintah. Metode yang digunakan adalah de...

[ KASUS - KAJIAN KHUSUS ] Analisis Kondisi Ekonomi Mahasiswa FEB yang Bekerja Paruh Waktu Selama Libur Semester Nadhirotun Nida’ Fatimatuz Zahro1, Nafilah Tsalatsa Harfiah1, Maulana1, Ahmad Jefril Azizi1, Rafli Maulana Adhipratama1, Aura Reavina Aprilia1 Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jember1 Email: maulanamoll91@gmail.com Abstrak Pekerjaan paruh waktu selama libur semester menjadi salah satu kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa untuk memperoleh tambahan pendapatan sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan selama perkuliahan. Kondisi tersebut berkaitan dengan kemandirian finansial, kemampuan mengelola keuangan, serta pemenuhan kebutuhan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi ekonomi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember yang bekerja paruh waktu selama libur semester. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 51 responden, dengan 29 responden yang pernah bekerja paruh waktu menjadi fokus utama analisis. Mahasiswa yang bekerja paruh waktu selama libur semester menunjukkan kecenderungan penilaian positif terhadap kondisi ekonominya, meskipun tingkat penilaian berbeda pada setiap aspek. Selain itu, pendapatan dari pekerjaan paruh waktu juga dirasakan membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari, mengurangi ketergantungan pada orang tua, serta memberikan kemampuan untuk menyisihkan pendapatan. Kata Kunci: mahasiswa, pekerjaan paruh waktu, kondisi ekonomi, kemandirian finansial, libur semester 1. Pendahuluan Seorang Mahasiswa pasti memiliki berbagai kebutuhan selama menjalani perkuliahan, baik keperluan pendidikan seperti biaya kuliah, maupun kebutuhan sehari-hari seperti transportasi, makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan pendukung lainnya. Kondisi ini membuat sebagian mahasiswa tidak hanya fokus pada kegiatan akademik saja, tetapi juga memiliki kegiatan lain diluar keperluan akademik seperti bekerja paruh waktu. Pekerjaan paruh waktu dapat menjadi salah satu cara bagi mahasiswa untuk memperoleh tambahan pendapatan sekaligus pengalaman kerja (Ramadhani, 2025). Fenomena ini berkaitan dengan kebutuhan finansial serta keinginan mahasiswa untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhannya (Linggasari & Kurniawan, 2020). dalam hal ini, Libur semester menjadi salah satu waktu yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk melakukan kegiatan di luar perkuliahan, termasuk bekerja paruh waktu. Pada masa ini, mahasiswa memiliki waktu yang lebih fleksibel karena tidak ada kegiatan perkuliahan secara rutin. Kondisi tersebut dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bekerja tanpa harus membagi waktu dan mengurangi jadwal perkuliahan. Pendapatan yang diperoleh selama bekerja paruh waktu dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mahasiswa, sehingga pekerjaan paruh waktu selama libur semester memiliki keterkaitan dengan aspek ekonomi mahasiswa. Penelitian mengenai mahasiswa yang bekerja paruh waktu telah dilakukan dengan berbagai fokus. Lasmi et al. (2024) membahas mahasiswa pekerja paruh waktu dengan melihat peran manajemen waktu, self-efficacy, dan profesionalisme terhadap kinerja mahasiswa. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pertimbangan finansial menjadi salah satu alasan mahasiswa memilih pekerjaan paruh waktu. Selain itu, penelitian mengenai pekerjaan paruh waktu pada mahasiswa menunjukkan bahwa kegiatan tersebut juga berkaitan dengan aspek ekonomi mahasiswa. Meskipun demikian, penelitian terdahulu memiliki fokus yang beragam, seperti kinerja akademik, manajemen waktu, dan pengalaman kerja. Berdasarkan penelitian terdahulu, kajian mengenai pekerjaan paruh waktu masih dapat dikembangkan dengan melihat konteks yang lebih spesifik, yaitu pekerjaan yang dilakukan selama libur semester dan kaitannya dengan kondisi ekonomi mahasiswa. Kondisi ekonomi mahasiswa juga dapat berbeda-beda sehingga perlu dilihat berdasarkan data yang diperoleh langsung dari mahasiswa. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ekonomi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember yang bekerja paruh waktu selama libur semester. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi mahasiswa berdasarkan pendapatan, pemenuhan kebutuhan, kemandirian finansial, kemampuan mengelola keuangan, serta kondisi ekonomi yang dirasakan mahasiswa dari pekerjaan paruh waktu. 2. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember serta data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah dan literatur yang relevan dengan pekerjaan paruh waktu dan kondisi ekonomi mahasiswa. Kuesioner disebarkan melalui grup WhatsApp prodi dan fakultas serta secara langsung kepada mahasiswa yang diketahui memiliki pengalaman bekerja selama libur semester. Dari 51 responden yang mengisi kuesioner, sebanyak 29 responden menyatakan pernah bekerja paruh waktu selama libur semester dan menjadi fokus utama dalam analisis penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengolah jawaban responden mengenai jenis pekerjaan, rata-rata jam kerja, pendapatan, serta kondisi ekonomi mahasiswa yang bekerja paruh waktu selama libur semester. Kondisi ekonomi dianalisis berdasarkan beberapa indikator, yaitu kemampuan memenuhi biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari, kemandirian finansial, kemampuan mengelola keuangan, ketergantungan terhadap orang tua, kemampuan menabung, stabilitas keuangan, dan kondisi ekonomi secara keseluruhan. Data kuesioner dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan rata-rata skor pada skala Likert untuk memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi mahasiswa yang bekerja paruh waktu selama libur semester. 3. Hasil dan Pembahasan Karakteristik Responden Penelitian ini memperoleh 51 responden mahasiswa yang mengisi kuesioner mengenai pekerjaan paruh waktu selama libur semester. Berdasarkan jenis kelamin, responden terdiri atas 33 mahasiswa perempuan atau sebesar 64,7% dan 18 mahasiswa laki-laki atau sebesar 35,3%. Berdasarkan tahun angkatan, sebanyak 40 responden atau 78,4% merupakan mahasiswa angkatan 2025, sedangkan 11 responden atau 21,6% merupakan mahasiswa angkatan 2024. Dari keseluruhan responden tersebut, sebanyak 29 mahasiswa menyatakan pernah bekerja paruh waktu selama libur semester, sedangkan 22 mahasiswa menyatakan tidak pernah. Responden yang pernah bekerja paruh waktu kemudian menjadi fokus utama dalam analisis mengenai kondisi ekonomi mahasiswa pada penelitian ini. Berdasarkan hasil kuesioner, terdapat 29 responden yang menyatakan pernah bekerja paruh waktu selama libur semester. Jenis pekerjaan yang dijalani cukup beragam, antara lain freelance, kasir toko, waiters, penjaga toko, barista, kurir, fotografer, guru les privat, teknisi, terapis, pekerjaan pada bidang event, serta usaha makanan dan bisnis online. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan paruh waktu yang dilakukan mahasiswa tidak terbatas pada satu jenis pekerjaan tertentu. Dilihat dari rata-rata jam kerja per hari, sebanyak 11 responden (37,9%) bekerja kurang dari 4 jam per hari, 8 responden (27,6%) bekerja selama 4–6 jam per hari, dan 10 responden (34,5%) bekerja selama 7–8 jam per hari. Hal tersebut menunjukkan adanya variasi intensitas waktu kerja di antara mahasiswa yang bekerja paruh waktu selama libur semester. Dari sisi pendapatan, sebanyak 21 responden (72,4%) memperoleh pendapatan kurang dari Rp1.000.000 per bulan. Selanjutnya, 7 responden (24,1%) memperoleh pendapatan sebesar Rp1.000.000–Rp2.000.000 per bulan, sedangkan 1 responden (3,4%) memperoleh pendapatan sebesar Rp2.000.000–Rp3.000.000 per bulan. Dengan demikian, sebagian besar mahasiswa yang menjadi responden memperoleh pendapatan kurang dari Rp1.000.000 per bulan dari pekerjaan paruh waktu selama libur semester. Kondisi Ekonomi Mahasiswa No Indikator Kondisi Ekonomi Rata-rata 1 Pendapatan membantu memenuhi biaya kuliah 3,59 2 Meningkatkan kemandirian finansial 4,28 3 Meningkatkan kemampuan mengelola keuangan 4,28 4 Mengurangi ketergantungan pada orang tua 4,17 5 Meningkatkan kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari 3,97 6 Mampu menyisihkan pendapatan untuk ditabung 4,07 7 Membuat kondisi keuangan lebih stabil 3,86 8 Memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan 3,93 Kondisi ekonomi mahasiswa yang bekerja paruh waktu dianalisis berdasarkan delapan indikator menggunakan skala Likert 1–5. Hasil analisis terhadap 29 responden menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan indikator adalah 4,02, yang menunjukkan kecenderungan penilaian positif terhadap kondisi ekonomi yang dirasakan responden. Indikator dengan skor rata-rata tertinggi adalah kemandirian finansial dan kemampuan mengelola keuangan, masing-masing sebesar 4,28. Selanjutnya, kemampuan mengurangi ketergantungan pada orang tua memperoleh skor 4,17, kemampuan menabung 4,07, pemenuhan kebutuhan sehari-hari 3,97, kondisi keuangan yang lebih stabil 3,86, dan kondisi ekonomi secara keseluruhan 3,93. Sementara itu, indikator dengan skor terendah adalah kemampuan pendapatan pekerjaan paruh waktu dalam membantu memenuhi biaya kuliah, yaitu 3,59. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang bekerja paruh waktu selama libur semester cenderung merasakan adanya manfaat terhadap kondisi ekonominya. Hal tersebut terlihat dari penilaian responden pada beberapa aspek, terutama kemandirian finansial dan kemampuan dalam mengelola keuangan. Pendapatan yang diperoleh selama bekerja dinilai membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyisihkan uang untuk ditabung, serta membantu memenuhi sebagian kebutuhan yang berkaitan dengan perkuliahan. Manfaat yang dirasakan tidak selalu sama pada setiap mahasiswa karena kondisi ekonomi, jumlah pendapatan, dan kebutuhan masing-masing responden berbeda. Temuan tersebut sejalan dengan Lasmi et al. (2024) yang menunjukkan bahwa pertimbangan finansial menjadi salah satu hal yang mendorong mahasiswa untuk bekerja paruh waktu. Pekerjaan paruh waktu tidak hanya memberikan tambahan pendapatan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam mengatur keuangan dan memenuhi kebutuhannya secara lebih mandiri. Dengan adanya pendapatan sendiri, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengurangi ketergantungan terhadap orang tua dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Pekerjaan paruh waktu selama libur semester dapat menjadi salah satu sumber tambahan pendapatan sekaligus memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam mengelola keuangan secara mandiri. 4. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa yang bekerja paruh waktu selama libur semester cenderung memberikan penilaian positif terhadap kondisi ekonominya. Penilaian positif terutama terlihat pada kemandirian finansial, kemampuan mengelola keuangan, kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta mengurangi ketergantungan pada orang tua. Namun, pendapatan yang diperoleh masih relatif terbatas sehingga pekerjaan paruh waktu lebih berperan sebagai sumber pendapatan tambahan. Pekerjaan paruh waktu selama libur semester menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan yang berkaitan dengan kemandirian mahasiswa dalam mengelola keuangan. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam mengatur pendapatan dan memenuhi kebutuhan selama masa perkuliahan. Penilaian terhadap kondisi ekonomi dapat berbeda sesuai dengan jenis pekerjaan, pendapatan, dan kebutuhan masing-masing mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA Alvinnaja, S., & Suwarno. (2020). Pengaruh kerja part time dan motivasi belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Jurnal Oportunitas, 1(2), 29–33. Cahyani, N. N. R., Nur’aini, A. N., Safrida, M., Meilani, R. P., Setyorati, E. N., Dewi, M., Maharani, N. S., Abdillah, A. N., Paningrum, C. C., Wijaya, S. F. T., Khoirina, V. N., & Zanuba, M. (2025). Pengaruh pekerjaan paruh waktu sebagai freelancer terhadap produktivitas akademik dan keuangan mahasiswa di Universitas Negeri Semarang. Jurnal Majemuk, 4(3), 776–789. Faturahman. (t.t.). Mahasiswa dan pekerjaan paruh waktu: Antara kebutuhan dan tantangan. UniversitasIndonesia.com. Hangesti, A. (2025). Fenomena mahasiswa bekerja paruh waktu: Dari barista, ojol, hingga freelance di Jogja. Tugu Jogja. Hakim, A. R., & Hasmira, M. H. (2022). Strategi kuliah sambil bekerja oleh mahasiswa (Studi kasus: Mahasiswa bekerja di Universitas Negeri Padang). Naradidik: Journal of Education and Pedagogy, 1(1), 30–37. Lasmi, N. W., Putra P, K. W. S., & Sukarnasih, D. M. (2024). Pengelolaan kinerja mahasiswa pekerja paruh waktu: Peran manajemen waktu, self-efficacy, dan profesionalisme. Jurnal Ekobistek, 13(1), 1–6. Linggasari, L. Y., & Kurniawan, R. Y. (2020). Hubungan kerja paruh waktu dengan prestasi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya angkatan 2015. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 7(3), 92–98. Meiji, N. H. P. (2019). Pemuda (pe)kerja paruh waktu: Dependensi dan negosiasi (mahasiswa part time di Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia). Jurnal Studi Pemuda, 8(1), 15–28. Ramadhani, S. A. (2025). Menyeimbangkan kuliah dan pekerjaan, bisa dimulai dari sini. ANTARA News Jawa Barat. Triansah, M. R., Rahmah, N. A., Afifah, N. K., Nabilah, K., & Saefudin, A. (2026). Menggali Pengalaman Mahasiswa dalam Mencapai Kemandirian Finansial melalui Kerja Paruh Waktu: Perspektif Naratif. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 5(2), 1967–1976.

Gambar
Analisis Kondisi Ekonomi Mahasiswa FEB yang Bekerja Paruh Waktu Selama Libur Semester Nadhirotun Nida’ Fatimatuz Zahro 1 , Nafilah Tsalatsa Harfiah 1 , Maulana 1 , Ahmad Jefril Azizi 1 , Rafli Maulana Adhipratama 1 , Aura Reavina Aprilia 1 Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jember 1 Email: maulanamoll91@gmail.com Abstrak  Pekerjaan paruh waktu selama libur semester menjadi salah satu kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa untuk memperoleh tambahan pendapatan sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan selama perkuliahan. Kondisi tersebut berkaitan dengan kemandirian finansial, kemampuan mengelola keuangan, serta pemenuhan kebutuhan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi ekonomi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember yang bekerja paruh waktu selama libur semester. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 51 responden, dengan 29 responden yang pernah bekerja ...